Posted by on 5 Mei 2017

Karangan bunga untuk POLRI & TNI

Polri menyebut kiriman karangan bunga yang datang ke markas besar mereka adalah bentuk nasionalisme warga dan dukungan pada negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, sulit dipercaya jika kiriman bunga itu atas suruhan atau pesanan pihak tertentu.

Hal ini disampaikan Setyo guna menanggapi sebuah pesan yang tersebar melalui Whatsapp sejak Rabu (4/5) seiring dengan berdatangannya karangan bunga ke Mabes Polri.

Dalam pesan berantai tersebut disebutkan bahwa perwira tinggi kepolisian, Brigadir Jenderal Chryshnanda Dwilaksana menyerukan ajakan kepada masyarakat untuk mengirim karangan bunga ke seluruh markas kepolisian dan TNI.

Pesan itu juga mengajak masyarakat mendukung Presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk melawan radikalisme serta mempertahankan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Setyo mengaku tak mau ambil pusing pada pesan berantai tersebut yang belakangan ternyata informasi palsu atau hoax.

“Bisa saja orang mengatakan apa. Faktanya menyuruh orang (bisa) tidak mau, bisa juga orang tidak mengirim. Faktanya, masyarakat masih mempunyai nasionalisme, masih menginginkan NKRI,” kata Setyo di Mabes Polri, Kamis (4/5).

Setyo mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengirimkan karangan bunga ke Mabes Polri. Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Keamanan ini mengibaratkan karangan bunga ini seperti bahan bakar untuk kendaraan yang menambah semangat Polri untuk menjaga NKRI dan menolak aksi intoleran.

Sementara itu Brigjen Chryshnanda membantah mengajak masyarakat untuk mengirim pesan berantai soal karangan bunga itu. Direktur Keamanan dan Keselamatan Korps Lalu Lintas Polri ini juga merasa tidak pernah menyebarkan pesan itu.

Ratusan karangan bunga berbaris mulai dari gedung utama Mabes Polri, Museum Polri, kemudian mengelilingi kantor Divisi Humas Polri dan Wisma Bhayangkari yang berlokasi di Jalan Senjaya sejak Rabu lalu.

Beragam pesan disampaikan lewat karangan bunga yang mayoritas tidak diketahui siapa pengirimnya ini. Mulai dari ucapan terima kasih telah menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI hingga permintaan agar hakim memberikan vonis bebas terhadap terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, karangan bunga mulai berdatangan ke Mabes Polri sejak Sabtu pekan lalu. Papan bunga pertama kali diketahui terpajang di kantor Divisi Humas Polri. Hingga siang hari ini, pengiriman karangan bunga terus berdatangan ke Mabes Polri.

#copy dari CNN INDONESIA

Comments

Be the first to comment.

Leave a Reply


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*